Halo
para pembaca blog gue yang paling setia –tidak lain dan tidak bukan adalah gue
sendiri- apa kabar? Ketemu lagi di postingan blog ini yang muncul setiap satu
semester sekali alias enambulan sekali, yang artinya dalam setahunan hanya ada
dua artikel doang. Itu pun kalau pemilik blognya nggak amnesia kalau masih
punya blog.
Selamat datang di blogku! Siapapun boleh masuk asal jangan berduaan apalagi sama yang bukan muhrim. ingat pesan pak ustadz, gak baik. Oke, jika sudah masuk silakan cari apa yang tidak akan kalian temukan. wasalam.
Senin, 25 Juli 2016
Jumat, 29 Januari 2016
Hal-Hal Yang Dikangenin Pas Udah Nggak Sekolah
Welcome back my blog!!!
Oke! Duh, oke apaan ya? Kok jadi
mendadak ingat-ingat lupa gini sih?
Ooh… tau! Pasti gara-gara udah kelamaan
stay at home alias libur nggak kulia! Oke fix! It’s true! Tapi sebnarnya gak
lama juga sih, oke aku sayang kamu *apa ini?* pliss abaikan.
Ngomong-ngomong soal sekolah,
#1: LONG DISTANCE RELATIONSHIP ITU GUYS... #VersiSokTahu
Seandainya jarak tiada berarti,
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya sang waktu dapat mengerti,
Takkan ada
rindu yang terus mengganggu
Dari
sepenggal lirik lagu milik teteh Raisa di atas, pasti udah pada tau kan tulisan
ini mau membahas tentang apa? Yaks tul! Long Distance Relationship a.k.a LDR...
Kamis, 04 Juni 2015
Namanya juga Perjuangan!
Hai!
Ketemu lagi sama gue. Udah lama banget nih nggak ngepost. Lamaaaaaaaaaaaaa
banget! Banyak banget ya A nya? Udahlah, udah terlanjur mencet.
Btw,
pada tau nggak kenapa gue nggak pernah
bikin post di blog? Nggak, kan? Sama, gue sendiri juga nggak tahu. Yaah…
Selasa, 03 Maret 2015
Ulang Tahun Kebetulan
Cerita
ulang tahun, ya? Kalau dipikir-pikir, gue hampir nggak pernah ngerayain ulang
tahun sama sekali. Seiingat gue sih emang gitu. Paling juga ada satu dua orang
yang ingat dan ngucapin. Bahkan orang tua gue aja sering lupa kalau anaknya
ulang tahun. Jangankan tanggal lahir, umurnya aja bisa nggak ingat.
Senin, 02 Maret 2015
SAAT MAJO JADI SADY [Cerpen]
Diikutkan Dalam Lomba Menulis Cerpen ‘Majo
& Sady’
Hai, teman.
Perkenalkan
namaku Majo. Lengkapnya Majo Sady, suaminya si Sadu yang ada dinama belakangku
itu. Kalian panggil saja aku M-A-S-A. iya, Masa. Tepatnya, masa aku yang harus
menyangdang nama istri dibelakang namaku. Bukannya sebaliknya, Sady yang harus
memakan namaku dibelakang namanya.
Ah…
sepertinya aku terlalu dramatis dalam mengartikan kehidupanku sekarang. Tapi,
emang begitu sih kenyataannya.
Kalian
bayangkan saja, Sady, yang harusnya berada dirumah dan mengurus segala hal yang
berhubungan dengan rumah, malah sibuk mengurus kantor. Pergi subuh pulangnya
malam atau kadang-kadang sampai subuh lagi.
Dan kalian
tau, semua pekerjaan rumah itu beralih kepada siapa? Aku. Iya,Majo suaminya
Sady. Kami tidak punya pembantu karena Sady tidak bisa mempercayai orang
sebarangan.
“Sayang,
kamu tau, kan, dulu pembantu di rumahku pernah nipu keluargaku. Karena aku
tidak mau hal itu terjadi lagi, kamu aja ya, yang urus rumah.” Begitu kata Sady
saat aku menanyakan perihal pembantu.
Jadinya,
karena aku tidak punya pekerjaan dan hanya dirumah saja, semua urusan ke-IRT-an
beralih sepenuhnya ke tanganku.
Aku selalu
bangun subuh untuk memasak sarapan buat suamiku… ah, bukan! Istriku maksudnya. Setelah
itu mencuci, mengepel, membersihkan halaman rumah dan pekerjaan-pekerjaan rumah
lainnya.
Aku juga
harus berbelanja kebutuhan memasak tiga hari sekali ke pasar yang kebanyakan
ibu-ibunya. Untung saja kami hanya berdua. Kami belum punya anak. Ah, aku belum
bisa membayangkan bagaimana nanti kalau kami punaya anak.
Kalau
masalah ganti popok atau tidurin, okelah, masih bisa aku lakukan. Yang aku
takuti, bagaimana nanti kalau bagian yang harusnya hanya Sady yang bisa
melakukan, malah jadi tugasku juga. Kalau kalian tau apa yang harus didapatin
bayi baru lahir dari ibunya, kalian pasti tahu maksudku barusan.
Apa aku
harus operasi dulu biar bisa ngegantiin posisi Sady sampai ke bagian itu? Ah! Sungguh,
aku tak sanggup membayangkan kalau Majo benar-benar harus menjadi Sady! Tidakkkk!!!
Sudah
cukup jadwal sehari-hariku sebagai suami rumah tangga yang ku sebut diatas. Tolong
jangan tambahkan lagi hal-hal yang diluar kemampuanku. Aku langsung berdo’a
saat mengingat pikiranku yang tadi.
“Majo.
Aku pulang!” seru Sady dari pintu depan.
Aku bahkan
tidak menyadari kalau hari sudah bergati malam lagi dan Sady pulang lebih cepat
dari biasanya. Wajahnya terlihat sangat gembira sekali. Senyumnya juga terus mengembang.
“Ada
apa?” tanyaku.
“Aku
punya kabar gembira,” katanya dengan mata berbinar-binar.
“Apa
itu?” mau tak mau aku juga jadi penasaran.
“Kamu
dengar baik-baik, ya…” Sady menatapku lekat-lekat. “Aku… hamilll!!”Sady
setengah berteriak sambil berlari ke araku.
TIDAK!!!
Minggu, 08 Februari 2015
REVIEW AFTER SCHOOL CLUB by ORIZUKA
“Gue lebih suka kalau bintang yang jatuh ke bumi, bukannya
bulan. Seenggaknya, bumi masih bisa menahan kekuatan bintang.” Hal.145
Putra Sanjaya,
siswa kelas X-5 yang cool dan hobi main game sampai
dapat nilai ulangan Fisika 3x50
berturut-turut. Karena ancaman Latief, sang gurunya, ingin melaporkan hal itu
pada Ayahnya, Putra akhirnya memilih masuk After School Club. Kelas setelah
sekolah usai, yang semuanya dihuni anak-anak dodol bin Aneh. Itu sih, menurut
Rachel dan beberapa anak lain. Tapi menurut Putra, sebenarnya mereka ‘baik’.
Ada
Cleo, si ketua kelas alias Bego pertama, cewek namun ajaib. Posisi bego kedua
dan tiga ditempati duo Mario & Ruby, disusul Zia diposisi empat. Selanjunya
ada Panca diposisi lima dan si pendiam Tiar diposisi ke enam. Kiri-kira
begitulah anggota tim inti After School Club.
“…Anak-anak
yang ikut kelas itu menyebut diri mereka sendiri dengan After School Club.
Mereka, kan, klub paling norak yang ada disekolah kita.” Hal.17
Putra
merasakan hidupnya setelah ini akan berubah, lebih tepatnya berantakan.
Bagaimana tidak, bahkan baru hari kedua dia masuk kelas After School, sudah
dikerjain habis-habisan. Disiram pakai tepung dan ditempeli kertas- entah apa- yang katanya
untuk ngusir roh jahat. Emangnya putra sedang kesurupan apa? Lebih menggelikan
lagi putra juga dapat nama panggilan spesial dari anak-anak After
School, "Pangeran", begitulah nama panggilannya. Dan tak hanya itu, sang 'Pangeran' juga
dapat tahta khusus di kelas itu.
“Kita
pikir kita udah bikin image yang
buruk di depan Pangeran, jadi sekarang kita mau bikin Pangeran ngerasa nyaman
di kelas ini.” Hal.27
Berbagai
kejadian pun dialami putra apalagi
saat anak-anak After School tau kalo ketua suku mereka, alias Cleo, suka pada
putra. Mulai dari dikurung berdua di kelas After school sampai ditinggalin saat
bermain ke Pantai.
“Biasanya
cinta nggak lihat tipe. Lo bisa suka sama seseorang walaupun dia bukan tipe
lo.” Hal.109
“Iya.
Lo bumi. Bulan, kan, selalu berputar di sekeliling bumi, nggak pernah pergi.
Rachel itu kayak bulan buat lo.” Hal.134
“Gue
adalah salah satu bintang itu.” “Yang bisanya ngeliat bumi dan bulan dari jauh.
Dan, kalau masanya udah habis, gue bisa redup dan jatuh.” Hal.134
Bagaimana
Putar bisa bertahan di kelas itu sedang dia juga lagi ngalamin ‘kegalauan’ mau
masuk jurusan mana untuk kelas sebelas nanti. Dan bagaiman juga dia harus
menjawab pertanyaan-pertanyaan Ayahnya untuk masa depannya nanti? Bahkan
sebelum dia sendiri memutuskan apa yang akan dia pilih, Ayahnya sudah meentukan
semuanya. Benar-benar mimbingungkan untuk Putra hadapi. Ditambah lagi masalah
baru yang dihadapinya, Rachel dan Cleo.
“Kadang
gue nggak ngerti sama yang namanya cewek.” Hal.202
Well,
ini novel Orizuka yang kesekian yang dah aku baca. Meski temanya hampir-hampir
sama dengan novel sebelum-sebelumnya, novel ini juga tergolong Oke. Nuansa
remaja yang sangat kental khas Orizuka banget. Ceritanya nggak rumit, setara
dengan tokoh yang mengalaminya. Remaja. Yang paling menonjol di novel ini
adalah aura-aura Persahabtannya. Emang sih, remaja itu nggak lepas dari kisah
Cinta & Persahabatan, dan itu yang Orizuka sampaikan disini.
“Kalo
gue sih, gue seneng banget bisa ada di kelas ini. Gue enggan meninggalkan kelas
ini. Teman-teman gue yang paling berharga ada di kelas ini.” Hal.45
“Tenang
aja, Put. Kita-kita nggak bakal ngasih tahu siapa-siapa, kok, kalau lo masuk
kelas ini.” Hal.59
Kekurangannya
sih, hampir nggak ada. Hanya saja, mungkin ada beberapa tokoh yang kurang
digambarkan secara jelas. Selebihnya, semuanya bagus. Bahasanya juga khas
remaja, apa adanya. Sederhana namun Istimewa.
KETERANGAN BUKU:
JUDUL : AFTER SCHOOL CLUB
PENULIS : ORIZUKA
PENERBIT : BENTANG BELIA
PENYUNTING : DILA MARETIHAQ SARI
TEBAL : 249 Halaman
TERBIT : 2012
Langganan:
Postingan (Atom)



